E1. Saya secara sengaja mengatur tata letak kelas (posisi kursi/meja) untuk mendorong interaksi mahasiswa
4
E2. Saya menggunakan alat bantu visual (poster, gambar, kartu) untuk membantu mahasiswa yang kesulitan mengekspresikan diri
4
E3. Saya memastikan kondisi fisik kelas (suhu, cahaya, kebersihan) sebelum sesi dimulai
4
E4. Saya secara aktif membangun rasa kebersamaan (sense of community) di antara mahasiswa sejak hari pertama
4
E5. Saya merancang aktivitas pair/group work secara strategis (mempertimbangkan kepribadian dan kemampuan)
4
E6. Saya memfasilitasi interaksi antara mahasiswa dari latar belakang berbeda untuk memperluas perspektif
4
E7. Saya mendorong mahasiswa untuk saling memberi apresiasi dan feedback konstruktif satu sama lain
4
E8. Saya menggunakan teknik warm-up spesifik untuk menurunkan anxiety sebelum sesi speaking dimulai
4
E9. Saya memberikan waktu 'thinking time' yang cukup sebelum mahasiswa harus berbicara
4
E10. Saya menggunakan delayed correction (koreksi setelah aktivitas, bukan di tengah kalimat)
4
E11. Saya secara sadar menghindari respons yang bisa mempermalukan mahasiswa di depan kelas
4
E12. Saya memberikan apresiasi spesifik (bukan hanya 'good job') atas usaha mahasiswa dalam berbicara
4
E13. Saya menyesuaikan pendekatan untuk mahasiswa introvert dan extrovert secara berbeda
4
E14. Saya memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa yang tampak sangat cemas tanpa membuat mereka merasa disorot
4
E15. Saya merancang aktivitas berlevel (dari yang mudah ke sulit) agar semua mahasiswa bisa berpartisipasi
4