RUBRIK SKORING & PANDUAN ANALISIS

Instrumen Penelitian Kuesioner Mahasiswa EFL & Tutor Speaking

The Benefit English Course — Confidence Class

Daftar Isi
Informasi Rubrik

Digunakan oleh: Peneliti / Pengolah Data

Sumber Data: Kuesioner Mahasiswa (Bagian A & B) + Kuesioner Tutor (Bagian E & F)

Instrumen Dasar: FLCAS (Horwitz et al., 1986) — diadaptasi untuk konteks Kampung Inggris Pare

BAGIAN I — RUBRIK SKORING SKALA LIKERT (KUANTITATIF)

I.1 — Panduan Interpretasi Skor Per Item
Skor Label Makna Kualitatif Implikasi untuk Penelitian
1 Sangat Tidak Setuju / Tidak Pernah Kondisi sangat negatif / tidak terjadi Indikasi kuat masalah pada dimensi ini — perlu diangkat sebagai temuan utama
2 Tidak Setuju / Jarang Kondisi cenderung negatif Perlu eksplorasi lebih dalam melalui wawancara; kemungkinan ada hambatan spesifik
3 Netral / Kadang-kadang Kondisi beragam / tidak konsisten Area abu-abu — gali lebih dalam dengan pertanyaan terbuka; bisa jadi kontekstual
4 Setuju / Sering Kondisi positif & konsisten Konfirmasi efektivitas strategi — jadikan sebagai temuan positif
5 Sangat Setuju / Selalu Kondisi sangat positif / optimal Bukti kuat efektivitas — angkat sebagai best practice dalam rekomendasi
I.2 — Kategorisasi Tingkat Speaking Anxiety (Bagian A Mahasiswa)

Bagian A terdiri dari 10 item, total skor maksimal = 50 poin. Gunakan kategori berikut untuk mengklasifikasikan tingkat anxiety masing-masing responden:

Rentang Skor Kategori Level Panduan Interpretasi
10 – 20 Anxiety Sangat Rendah Level 1 Mahasiswa sangat percaya diri. Jadikan sebagai model peer learning. Eksplorasi faktor kesuksesan.
21 – 30 Anxiety Rendah Level 2 Di atas rata-rata. Strategi lingkungan efektif. Identifikasi item dengan skor 2-3.
31 – 37 Anxiety Sedang Level 3 Kategori terbanyak umumnya. Perlu intervensi lebih personal. Fokus pada item skor 1-2.
38 – 45 Anxiety Tinggi Level 4 Perlu perhatian khusus. Analisis item paling tinggi — apakah evaluation fear atau communication apprehension?
46 – 50 Anxiety Sangat Tinggi Level 5 Kasus prioritas. Wawancara mendalam wajib. Kemungkinan ada faktor eksternal yang perlu digali.
Catatan Penting: Untuk penelitian kualitatif, skor ini berfungsi sebagai peta awal untuk menentukan fokus wawancara — bukan sebagai satu-satunya penilaian.
I.3 — Kategorisasi Persepsi Efektivitas Lingkungan (Bagian B Mahasiswa)

Bagian B terdiri dari 17 item, total skor maksimal = 85 poin. Sub-dimensi dan total skor diinterpretasikan sebagai berikut:

Skor Per Sub-Dimensi (B.1–B.4)
Sub-Dimensi Jml Item Skor Maks Ambang Efektif Interpretasi
B.1 Lingkungan Fisik 3 15 ≥ 10 Ruang kelas mendukung learning comfort
B.2 Lingkungan Sosial 5 25 ≥ 17 Dinamika sosial mendorong partisipasi
B.3 Peran Psikologis Tutor 5 25 ≥ 17 Tutor menciptakan psychological safety
B.4 Dampak yang Dirasakan 4 20 ≥ 13 Mahasiswa rasakan penurunan anxiety nyata
Interpretasi Total Skor Bagian B (17 item / 85 poin)
Total Skor Kategori Efektivitas Implikasi Penelitian
17 – 34 Tidak Efektif Strategi tidak dirasakan manfaatnya. Perlu audit menyeluruh. Jadikan temuan kritis.
35 – 51 Kurang Efektif Ada beberapa dimensi lemah. Identifikasi sub-dimensi terendah untuk perbaikan prioritas.
52 – 68 Cukup Efektif Mayoritas strategi bekerja. Ada ruang signifikan untuk perbaikan. Fokus pada item skor 2-3.
69 – 76 Efektif Strategi terbukti efektif keseluruhan. Identifikasi best practice untuk diseminasi.
77 – 85 Sangat Efektif Lingkungan belajar optimal. Dokumentasikan sebagai model yang bisa direplikasi.

BAGIAN II — RUBRIK SKORING KUESIONER TUTOR

II.1 — Kategorisasi Frekuensi Strategi Tutor (Bagian E — 15 item / 75 poin)
Total Skor Kategori Interpretasi & Tindak Lanjut
15 – 30 Rendah — Belum Sistematis Strategi masih bersifat intuitif. Perlu pelatihan dan panduan protokol formal.
31 – 45 Sedang — Parsial Beberapa strategi diterapkan, namun tidak menyeluruh. Identifikasi sub-dimensi lemah.
46 – 60 Baik — Konsisten Mayoritas strategi diterapkan konsisten. Potensi mentor bagi tutor baru.
61 – 68 Sangat Baik Praktik mengajar terstruktur dan berbasis kebutuhan. Dokumentasikan sebagai model.
69 – 75 Ekselen — Model Praktik Aset utama lembaga. Prioritaskan sebagai narasumber best practice dan pengembangan kurikulum.

BAGIAN III — RUBRIK ANALISIS KORELASI & TRIANGULASI

III.1 — Matriks Korelasi Skor Mahasiswa vs Tutor

Gunakan matriks berikut untuk menguji konsistensi antara persepsi mahasiswa dan praktik tutor pada dimensi yang sama:

Skor Bagian B (Mahasiswa) Skor Bagian E (Tutor) Interpretasi & Tindakan
Tinggi (≥ 69) Tinggi (≥ 61) KONSISTEN POSITIF: Strategi terbukti efektif dari dua sisi. Jadikan model best practice.
Tinggi (≥ 69) Rendah (< 46) GAP PERSEPSI: Mahasiswa merasakan manfaat meski tutor tidak sistematis. Ada faktor lain (peer support). Gali lebih dalam.
Rendah (< 52) Tinggi (≥ 61) GAP IMPLEMENTASI: Tutor merasa sudah menerapkan, tapi mahasiswa belum merasakan. Mismatch intentsi & eksekusi. Prioritaskan wawancara.
Rendah (< 52) Rendah (< 46) KONSISTEN NEGATIF: Masalah sistemik. Perlu audit menyeluruh desain kelas, protokol tutor, dan kebijakan lembaga.
III.2 — Panduan Triangulasi Data
Sumber Data Dikonfirmasi dengan Jika Konsisten Jika Bertentangan
Skor Likert Mahasiswa Jawaban terbuka Bagian C Perkuat sebagai temuan kuat Eksplorasi dengan probing question saat wawancara
Skor Likert Tutor Jawaban refleksi Bagian G Konfirmasi kualitas praktik mengajar Bedakan antara keyakinan dan praktik nyata
Kuesioner (keduanya) Observasi langsung kelas Bukti triangulasi terkuat Observasi jadi data primer; kuesioner pelengkap
Wawancara Skor kuesioner Member checking berhasil Dokumentasikan sebagai emerging finding

BAGIAN IV — LEMBAR RINGKASAN PERHITUNGAN

IV.1 — Template Rekap Skor Mahasiswa

Gunakan template berikut untuk merekap skor setiap responden sebelum analisis tematik:

Resp. Total A Kat. A B.1 B.2 B.3 B.4 Total B Kat. B Catatan
M1                    
M2                    
M3                    
M4                    
M5                    
IV.2 — Template Rekap Skor Tutor

Gunakan template berikut untuk merekap skor tutor:

Resp. E.1 E.2 E.3 E.4 Total E Total F Kategori E Catatan
T1                
T2                
T3                
Panduan Penggunaan Final:
Isi lembar ringkasan ini setelah seluruh kuesioner terkumpul. Skor total menjadi dasar untuk menentukan prioritas tema dalam analisis tematik dan member checking. Kombinasikan data kuantitatif dengan data kualitatif dari pertanyaan terbuka untuk memberikan pemahaman holistik tentang speaking anxiety dan efektivitas strategi lingkungan belajar.

Rubrik Skoring v1.0 | Instrumen Penelitian Nasika Nihla
Universitas Negeri Malang | Mei 2026